Demeter, Dewi Pertanian dan Pengendali Musim

Demeter adalah dewi yang termasuk ke dalam 12 Dewa Olimpus dan dialah sosok yang dipercaya mengendalikan panen, kesuburan tanah, sampai musim.

Putri dari Kronos dan Rhea ini diyakini sebagai dewi yang menggantikan Hades, itu karena Dewa Dunia Bawah tersebut lebih sering menghabiskan waktunya di dunia bawah.

Dewi satu ini adalah sosok yang mengajari manusia bagaimana cara untuk melakukan cocok tanam, sehingga manusia meninggalkan cara hidup berburu untuk bertahan hidup dan mulai melakukan cocok tanam.

Rambut Demeter dilambangkan dengan bulir gandung yang merupakan simbolnya. Selain itu ia juga digambarkan sebagai dewi yang mengenakan polos, sebuah mahkota yang memiliki bentuk lingkaran dan dikenakan para dewi.

Melalui hubungannya dengan Zeus, saudaranya, Demeter memiliki seorang anak bernama Persefone yang merupakan istri dari Hades.

Hubungan antara Demeter dan Persefone seakan sudah menjadi hal yang umum dibicarakan.

Seperti saat Persefone tengah memetik bunga, Hades datang dengan menggunakan kereta perang dan membawa Persefone ke kerajaannya. Hades membawa Persefone ke dunia bawah, di sana Persefone dijadikan ratu.

Selama sembilan hari tanpa henti Demeter mencari sang anak dan akhirnya diberi tahu oleh Hellios dan Hekate kalau yang menculik Demeter adalah Hades.

Sebagai dewi matahari, Helios melihat dan mendengar kalau Persefone dibawa Hades dan diperkosa olehnya.

Karena kehilangan sang putri, Demeter pun berduka. Karena rasa dukanya itu, bumi diterpa musim yang buruk dan membuat umat manusia menderita.  

Konon, kisah Persefone merupakan asal dari timbulnya empat musim yang ada di bumi. Ketika Persefone tinggal bersama Hades, maka di bumi akan terjadi musim dingin karena Demeter bersedih. Lalu saat Persefone kembali bersama ibunya, saat itulah terjadi musim semi karena ia berbahagia.

Dalam pemujaan rahasia Misteri Eleusis, Demeter dan Persefone merupakan figur utamanya. Misteri Eleusis sendiri merupakan upacara ritual yang diadakan setiap tahun untuk memuja Demeter dan Persefone di Eleusis, Yunani Kuno.

Misteri satu ini sudah dimulai sejak periode Mikene dan juga bertahan setidaknya selama 2000 tahun. Festival satu ini juga menyebar ke Romawi Kuno dan salah satu yang paling penting di sana.

Di dalam kebudayaan Romawi, Demeter dikenal dengan nama Ceres, di mana kemungkinan ini adalah sumber inspirasi dari sebuah merek dengan bahan makanan berlapis cokelat yang kerap kali kita gunakan untuk melapis roti, karena bahan makanan itu terbuat dari bahan butiran padi.

Pusat pemujaan dari Demeter adalah di Eleusis, dia disembah jauh sebelum ia menjadi salah satu dari dewa olimpus. Bersama dengan putrinya, dia menjadi figur utama di dalam Eleusis ini dan juga muncul lebih awal dibanding dewa Olimpus.

Selain itu ada juga tempat lain yang tidak kalah penting, yaitu Thelpousa dan Figaleia yang ada di Arkadia.

Biasanya Demeter digambarkan dengan tampilan ia sedang mengendarai kereta perang serta diasosiasikan dengan gambar berunsur pertanian, seperti buah, bunga, dan juga bulir gandum. Terkdaang ia juga digambarkan bersama dengan sang putri, Persefone. Umumnya, Demeter tidak digambarkan bersama dengan pasangan pria.

Ada beberapa julukan yang melekat pada Demeter, seperti Akhea, Potnia (Nyonya), Erinys (Keras Kepala), Thesmoforos (Pembuat Aturan), Khloe (Tunas Hijau), Moloforos (Pembawa Apel), Kidaria, Kusia (Mandi) dan Thermasia (kehangatan).

 Itulah sedikit kisah mengenai Demeter, sang dewi pertanian yang memiliki kisah unik dan membuat kita tertarik untuk mengikutinya.