Kisah Dewa Siwa dan Ragam Wujudnya yang Perlu Diketahui!

Siwa merupakan salah satu dewa yang secara harfifah diartikan sebagai keberuntungan dan juga kesejahteraan. Dewa ini sendiri merupakan dewa ketiga dari Triad Hindu yang juga dipercaya sebagai dewa kehancuran. Dewa Siwa ini juga memiliki kegelapan yanga sering disebut “dewa marah”. Dewa Siwa ini menghancurkan kehadiran negative, antara kejahatan, ketidaktahuan, dan juga kematian. Di dalam kepercayaan agama Hindu, dewa ini menjadi slaah satu dari tiga dewa utama yang sering disebut Tri Murti. Dimana Tri Murti ini terdiri dari tiga dewa, yaitu Brahma, Winsu, dan juga Siwa.

Dewa ini menjadi bagian dari mata pencipta yang memiliki tugas masing-masing dan berbeda. Dewa Siwa ini mnejadi dewa pelebur yang memiliki tugas melebur berbagai jenis yang sudah tidak layak di dunia ini. Dewa ini juga dijuluki sebagai guru yang menjadi suami dari Parwati, Kali, Dhurga, dan juga Uma.

Untuk penggambaran dewa ini sendiri berkulit gelap, mengenakan pakaian dan ikat pinggang sari kulit harimau, berhiaskan bulan sabut, memiliki 4 tangan, bermata tigas atau Tri Netra, memiliki hiasan ular kobra, dan kendaraan yang berupa lembu nandi.

Para dewa ini akna menyuruh Siwa memusnahkan makhluk jahat yang menghuni Tripura. Dimana untuk menghadapi makhluk ini Siwa juga diberi setengah kekuatan dari masing dewa yang ada. Dan setelah itu, kalian bisa memusnahkan makhluk lainnya dan dinilai sebagai dewa tertinggi.

Dewa Siwa juga diykini berbagai macam wujud dan bentuk. Dimana penggambaran paling umum ialah pertapa yang memiliki kulit gelap dengan tenggorokan biru. Umumnya dewa ini juga dikenal duduk bersila di kulit harimau, rambut dewa ini kusut dan terlihat melingkar di atas bagian kepalanya. Dewa siwa ini memiliki 4 lengan dan tiga mata yang ada di bagian tengah keningnya. Tetapi selalu tertutup dan hanya terbuka saat akan memusnahkan kejahatan saja. Kulit harimau juga digunakan dewa Siwa sebgaai pakaiannya. Dimana ia mengenakan kulit harimau dan macan tutul yang ada di sekitar pinggangnya dan bagian atas tubuh yang telanjang tetapi telah diolesi abu.