Hari: 23 Februari 2021

Batara Guru, Raja Tiga DuniaBatara Guru, Raja Tiga Dunia

Bagi kamu yang mengikuti kisah perwayangan, mungkin sudah tidak asing lagi dengan Batara Guru, seorang dewa yang merajai tiga dunia, yaitu Mayapada, Madyapada, dan Arcapada.

Nama Batara Guru sendiri berasal dari bahasa Sanskrit, Bhattara yang berati ‘Tuan Terhormat’ dan Guru.

Ada banyak mitologi yang membahas mengenai Batara Guru ini, di mana ia diyakini merupakan dewa Siwa yang mengatur berbagai kehidupan, seperti Wahyu, hadiah, dan beragam ilmu.

Ia memiliki istri yang bernama dewi Uma dan dewi Umaranti serta memiliki beberapa anak. Beberapa anak yang dimiliki oleh Batara Guru mulai dari yang paling sulung ke yang paling bungsu adalah:

  • Bhatara Cakra
  • Batara Sambu
  • Batara Brahma
  • Batara Indra
  • Batara Bayu
  • Batara Wisnu
  • Batara Ganesha
  • Batara Kala
  • Hanoman

Selain itu dia juga dikenal dengan nama Sang Hyang Manikmaya, Sang Hyan Caturbuja, Sang Hyang Otipati, dan masih banyak lainnya.

Menurut mitologi yang ada, ia diciptakan oleh Sang Hyang Tunggal dari cahaya yang gemerlapan, bersamaan dengan cahaya berwarna kehitam-hitaman yang merupakan asal dari kelahiran Semar atau Ismaya.

Batara Guru sendiri memiliki dua saudara, yaitu Sang Hyang Maha Pinggung dan Sang Hyang Ismaya. Suatu ketika, ibu mereka, Dewi Rekatawati menelurkan sebutir telur yang bersinar.

Sang Hyang Tunggal (Suaminya) mengubah telur itu, kulitnya menjadi Sang Hyang Maha Punggung, Putihnya menjadi Sang Hyang Ismaya, dan kuningnya menjadi Sang Hyang Manikmaya.

Hingga suatu ketika, Sang Hyang Tunggal menunjuk kedua saudaranya untuk mengawasi umat manusia, terutama Pandawa, sedangkan Batara Guru atau Sang Hyang Manikmaya, memimpin para dewa di Kahyangan.

Ketika diciptakan, Batara Guru merasa yang paling sempurna tanpa cacat. Ketika mendengar hal ini, Hyang Tunggal pun bersabda kalau Manikmaya akan memiliki cacat pada kaki, belang di leger, bercaling, dan memiliki lengan empat. Sabdanya ini pun menjadi kenyataan dan benar-benar terjadi pada Batara Guru.

Hingga suatu ketika, Manikmaya merasa sangat haus dan ia menemukan sebuah telaga. Ketika sedang meminum air yang ada di telaga itu, ia tidak tahu kalau ternyata itu adalah air beracun.

Karena itu ia langsung memuntahkan air telaga yang beracun itu dan membuat ia cacat pada bagian lehernya. Ia lalu memperhatikan kalau manusia air, kakinya memiliki kelemahan di kakinya, dan seketika kakinya terkena tulah dan mebuat kaki kirinya lemah.

Saat ia sedang bertengkar dengan istrinya, dewi Uma, Manikmaya dikutuk oleh dewi Uma agar ia bercaling layaknya Raksasa, dan itu membuat Manikmaya bercaling. Kalau tidak dia akan memilih untuk bermain Judi Bola Online demi menghilangkan rasa amarahnya.

Ketika Manikmaya sedang melihat manusia sedang beribadah dengan menutupi bagian tubuhnya, Manikmaya tertawa karena ia mengira kalau manusia itu sedang menutupi bagian tubuhnya yang berlengan empat. Seketika, ia menjadi sosok dengan lengan empat.

Ini merupakan upaya dari de-hinduisasi wayang dari budaya Jawa yang dilakukan oleh Walisongo di mana ia menggunakan wayang sebagai salah satu sarana untuk menyebarkan Islam di Jawa.

Selain dalam mitologi Jawa, ada pula berdasarkan kepada Mitologi Batak. Di mana Batara Guru dianggap sebagai salah satu dari Debata Na Tolu, sosok yang menguasai Banua Ginjang.

Ada pula dari mitologi Bugis, di mana ia merupakan seorang dewa, putra Sang patotoqe dan Datu Palingeq, yang sengaja dikirim ke bumi untuk dibesarkan sebagai seorang manusia.

Itulah sedikit kisah mengenai Batara Guru, seorang dewa yang dikenal memiliki kekuasaan tinggi diantara para dewa. 

Dewi Sri, Sang Dewi BulanDewi Sri, Sang Dewi Bulan

Dewi Sri adalah seorang dewi yang dipercaya merupakan penguasa dari ranah dunia bawah dan juga bulan. Ia memiliki peran yang cukup mencakup ke segala aspek dari Dewi Ibu, yaitu ia melindungi kelahiran dan juga kehidupan.

Selain itu Dewi Sri juga bisa mengendalikan bahan makanan yang ada di bumi dan terutama untuk padi, salah satu bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Itulah kenapa banyak yang menyebutkan ia mengatur kehidupan, kekayaan, dan juga kemakmuran di dalam kehidupan. Berkahnya sudah dimuliakan sejak masa kerajaan kuno di pulau Jawa, seperti di masa Majapahit dan Pajajaran.

Selain itu Dewi Sri juga mengendalikan segala kebaikan yang ada pada umat manusia, seperti kemiskinan, bencana kelaparan, hama penyakit, sampai juga memengaruhi kematian umat manusia.

Ada banyak mitos yang membicarakan mengenai Dewi Sri Slot Online, salah satunya adalah mitos di dalam mitologi Sunda. Di mana pada zaman dulu kala, di Kahyangan, Batara Guru adalah seorang penguasa tertinggi yang ada di kerajaan langit.

Ia memerintahkan dewa dan dewi untuk saling gotong-royong agar bisa menyumbangkan tenaga mereka membangun istana baru di Kahyangan. Siapa pun yang tidak menuruti perintah ini maka dianggap dia adalah orang yang pemalas dan juga nanti akan dipotong tangan sampai kakinya.

Karena hal ini, Antaboga sang dewa Ular cemas. Hal ini dikarenakan ia tidak memiliki tangan untuk bekerja, jika harus dihukum maka kepalanyalah yang akan dipenggal.

Antaboga pun meminta saran kepada Batara Narada, saudara dari Batara Guru, tetap saja ia tidak bisa mendapatkan cara untuk bisa membantu membangun Kahyangan.

Karena itu, ia pun menangis. Saat air matanya jatuh ke tanah, dengan ajaib air mata tersebut  menjadi telur yang indah bak permata. Telur tersebut ia persembahkan ke Batara Guru dan dengan senang hati diterima oleh sang penguasa itu.

Tetapi saat tahu kalau telur yang diberikannya itu adalah telur ajaib, Batara Guru meminta Anta untuk mengeraminya sampai menetas. Akan tetapi, yang keluar dari telur tersebut adalah bayi perempuan yang manis, lucu, dan menggemaskan.

Akibat keuntungan yang dimiliki oleh Daftar Situs Slot Pragmatic Online Terbaru tersebut, Batara Guru terpikat ke anak angkatnya itu. Para dewa menjadi khawatir dengan hal ini, karena takut kalau ini akan merusak keselarasan yang ada di kahyangan.

Sehingga kahyangan melakukan rapat bersama dengan permaisuri dengan sang raja untuk megambil jalan tengah yang mana yang mau dijalankan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi permasalahan internal dalam kerajaan. Dan tidak mengambil keputusan sepihak, oleh karena itu dibutuhkan lah yang namanya mufakat bersama.

Untuk bisa melindungi kesucian dari Nyi Pohaci atau Dewi Sri, para dewa sepakat untuk membunuh Nyi Pohaci. Dengan berbagai macam cara dan racun dia gunakan untuk meracuni sang putri. Racun tersebut pun membunuh Nyi Pohaci dan para dewa panik serta ketakutan karena mereka sudah membunuh seorang gadis yang tidak berdosa.

Jenazah sang dewi pun dibawa turun ke bumi untuk dikuburkan di sebuah tempat yang jauh dan juga tersembunyi. Hilangnya sang dewi dari kahyangan membuat Batara Guru, Anta, dan para dewata jadi berduka.

Tetapi ada hal ajaib yang terjadi, di mana karena kesucian dan kebaikan dari budi sang dewi, maka di dalam kuburannya pun muncul beragam tumbuhan yang berguna untuk umat manusia.

Beberapa bagian tubuhnya menumbuhkan berbagai tumbuhan yang berbeda jenis, seperti di kepala tumbuh pohol kelapa, bagian wajah muncul tanaman rempah-rempah yang wangi, rambutnya tumbuh berbagai bunga yang cantik dan juga harum, payudaranya tumbuh buah-buahan yang ranum dan manis, serta masih banyak tumbuhan lainnya.

Itulah sedikit kisah mengenai dewi Sri, seorang dewi bulan yang memiliki kecantikan yang mengagumkan.

Nyi Roro Kidul, Dewi Laut SelatanNyi Roro Kidul, Dewi Laut Selatan

Siapa yang tidak mengenal sosok Nyi Roro Kidul? Ia adalah sesosok roh atau dewi yang sangat legendaris di Indonesia. Secara umum, banyak yang menyamakan Nyi Roro Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, tetapi ada pula yang mengatakan kalau sebenarnya keduanya berbeda.

Nyai Roro Kidul memiliki beragam legenda, mitologi, sampai kisah yang berbeda dan sudah diturunkan turun-temurun.

Masyarakat Sunda mengenal legenda tentang penguasa spiritual ini dengan wujud perempuan cantik, yaitu Dewi Kandita.

Berikut ini kami akan menunjukkan beberapa fakta unik dan menarik seputar Nyi Roro Kidul.

Fakta Unik dan Menarik Nyi Roro Kidul

1.Merupakan Penguasa Pantai Selatan

Banyak yang percaya kalau penunggu dari laut selatan pulau Jawa adalah Nyi Roro Kidul/ Selain itu ia juga dikenal sebagai Gusti Kanjeng Ratu Kidul.

Ia bisa menjadi sesosok wanita yang sangat cantik seperti ratu dari kerajaan. Bahkan ada kabar yang mengatakan kalau ia juga dapat berubah menjadi ular dengan bentuk yang sangat besar.

Di laut Selatan juga sering kali terjadi gempa dan bencana laut, inilah yang membuat banyak orang yang menyangkut pautkannya dengan penunggu laut itu. Padahal sebenarnya, lokasi dari laut selatan ini berhadapan dengan Samudra Hindia yang merupakan zona subduksi dari lempeng bumi.

2. Titisan Putri Pajajaran

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, banyak yang percaya kalau Nyai Roro Kidul adalah titisan dari seorang putri kerajaan Pajajaran yang bunuh diri di laut Selatan.

Bahkan menurut cerita yang ada, sang putri diusir karena ia memiliki penyakit kulit dan anggota kerajaan pun malu dan mengusirnya. Kulit dari putri kerajaan ini berisik layaknya ular, jadi banyak yang mengatakan kalau Ratu Kidul ini menjelma menjadi memiliki tubuh ular.

3. Istri Spiritual Dari Raja

Bukan hanya itu saja, ia juga dikenal merupakan pelindung dari pasangan spiritual pendiri kerajaan Mataram beserta dengan para keturunannya. Awalnya, pangeran Panembahan Senopati ingin mendirikan sebuah kerajaan baru, yaitu kesultanan Mataram. Karena itu ia melakukan petapaan di Parang Kusumo atau Pantai Selatan.

Ini membuat sang Ratu Kidul merasa terganggu. Tetapi karena melihat betapa tampannya pangeran Senopati, sang Ratu Kidul pun jatuh cinta. Ia meminta agar Panembahan mengentikan tapanya dan sang ratu akan membantu untuk mendirikan kerajaan dan ia dilamar untuk menjadi pasangan spiritual.

4. Larangan dalam Menggunakan Pakaian Hijau

Mungkin ini adalah salah satu mitos yang paling sering kita dengar, di mana kita tidak boleh untuk menggunakan pakaian berwarna hijau ketika mengunjungi pantai Selatan. Menurut mitos yang ada, jika menggunakan pakaian hijau, maka akan menjadi incaran sang Ratu Kidul.

Bahkan tidak jarang para pengunjung yang datang ke pantai Selatan ini hilang dan dipercaya ia menjadi tumbal dari Ratu Kidul. Karena itu, dihimbau agar pengunjung tidak menggunakan pakaian atau bahkan atribut yang memiliki warna hijau.

5. Pintu Gerbang Sang Ratu

Fakta terakhir yang akan kami bahas di sini adalah ada tempat-tempat yang dipercaya merupakan pintu gerbang untuk bisa bertemu dengan sang Ratu, seperti pantai Pelabuhan Ratu di Jawa Barat, Pantai Parangtriris, keraton Surakarta Hadiningrat, dan beberapa tempat lainnya.

Bahkan ada beberapa hotel yang terletak di Jawa dan Bali sampai menyediakan ruangan yang dikhususkan untuk sang Ratu. Sebut saja seperti hotel Grand Bali Beach yang memiliki akses khusus Situs Khusus Judi Slot Online Bet Kecil ini memiliki nomor kamar 2401. Ini adalah salah satu kamar yang selamat di kebakaran besar yang terjadi di tahun 1993, di mana ini seman menguatkan kepercayaan kalau kamar ini dilindungi oleh sang ratu.

Itulah beberapa fakta mengenai Nyai Roro Kidul yang mungkin belum pernah kamu ketahui!