Hari: 29 Januari 2021

Hestia, Dewi Tertua di Mitologi YunaniHestia, Dewi Tertua di Mitologi Yunani

Apakah kamu mengenal sosok Hestia? Pasti untuk kamu yang mengikuti perkembangan dewa-dewi Yunani sudah tidak asing lagi dengan sosok Dewi tertua ini. Ia merupakan dewi Perapian yang menerima persembahan di setiap ritual yang ada pada rumah tangga. Tempat suci untuk Hestia adalah tungku perapian.

Sosok ini digambarkan sebagai dewa yang sederhana, menggunakan kerudung, dan sering duduk di singgasana kayu polos yang dilengkapi dengan bantal wol putih. Pada awalnya Orakel Delfi adalah tempat suci untuk Hestia, namun diambil alih oleh Apollo.

Tidak terlalu banyak informasi yang bisa didapatkan mengenai Hestia, namun ia adalah salah satu dewi yang penting di dalam kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno.

Hestia adalah anak dari Kronos dan Rhea sang Titan, saat kelahirannya ia ditelan oleh Kronos. Kronos sendiri memang selalu menelan anak-anaknya, ia seakan takut tahtanya akan diambil oleh anak-anaknya. Namun, ia tidak berhasil melakukan itu pada Zeus.  

Karena ramuan yang diberikan oleh Dewa Zeus, Kronos kembali memuntahkan anak-anak yang pernah ditelannya, Hestia adalah sosok terakhir yang ia muntahkan.

Dengan demikian, Hestia merupakan anak pertama dari Thea dan juga anak terakhir dari dari Kronos. Setelah terjadi perang Titanomakhia, perang antara Titan dengan para Dewa-Dewa Olimpus, Hestia mengatakan kepada para saudaranya kalau ia selalu ingin menjadi perawan.

Ia pun menolak permintaan jodoh Podeison dan Apollo, bahkan Hestia bersumpah kalau dia tidak akan pernah terikat atas pernikahan dan tidak ingin melakukan hasrat cinta atau seksual. Inilah yang membuat dirinya menjadi sosok Antitesis Aphrodite, karena ia menolak nilai cinta.

Hestia pernah hampir diperkosa oleh putra dari Dionisos dan Afrodit, yaitu Priapos. Ini terjadi saat Hestia dan para dewa sudah tertidur setelah mereka makan bersama, namun Hestia terbangun dan melihat Priapos hampir menindihnya. Ini membuat Hestia menjerit keras dan membuat Priapos ketakutan.  

Zeus menugaskan Hestia untuk memberi makan dan menjaga api perapian Olympian dengan bagian pengorbanan hewan kepada para dewa. Di mana pun makanan dimasak, atau persembahan dibakar, dia mendapat bagian kehormatannya, juga, di semua kuil para dewa, dia mendapat bagian kehormatan. “Di antara semua manusia dia adalah kepala dewi”.

Sosok yang baik hati ini jarang mengikuti prosesi pembicaraan dengan para dewa olimpus, apalagi dengan urusan para Dewa.

Saat terjadi krisis pengangkatan Dionisos, anak Dewa Zeus bersama dengan seorang manusia yang bernama Semele, Hestia rela memberikan singgasananya kepada Dionisos dengan ikhlas hati. Inilah yang membuat Hestia secara teknis sebenarnya sudah bukan lagi bagian dari dewa-dewi Olimpus, tetapi ia masih memiliki posisi yang sama dengan para dewa-dewi.

Padanan Romawi Hestia adalah, ini memiliki fungsi yang serupa sebagai personifikasi ketuhanan dari “publik” Roma, domestik, dan kolonial Roma, yang mengikat orang Romawi bersama dalam suatu bentuk keluarga besar. Namun, kesamaan nama antara Hestia dan Vesta menyesatkan: “Hubungan hestia-histie-Vesta tidak dapat dijelaskan dalam istilah linguistik Indo-Eropa; peminjaman dari bahasa ketiga juga harus dilibatkan,” menurut Walter Burkert. Mitologi dan agama lain menunjukkan dewi atau tokoh serupa. Herodotus menyamakan Tabiti Skit dengan Hestia.

Itulah sedikit pembahasan mengenai dewi Perapian, Hestia. Dengan demikian kini kita menjadi lebih mengenal lagi Dewa-Dewi Romawi yang menarik untuk dibahas. Setelah membaca ini, apakah kamu memahami mengenai Hestia?

Fakta Menarik Dari Dewa-Dewi Yunani, Kira-Kira Kamu Tahu Gak?Fakta Menarik Dari Dewa-Dewi Yunani, Kira-Kira Kamu Tahu Gak?

Mungkin kita semua sudah tidak asing lagi dengan kisah dari dewa-dewi Yunani, di mana ini seakan sudah menjadi kisah yang menarik untuk dibahas oleh banyak orang. Sudah banyak juga kisah fiktif baik novel, film, juga komik, yang berhubungan dengan dewa-dewi Yunani ini.

Tapi kadang ada pemahaman yang keliru, karena banyak kisah yang berbeda pada setiap sumber. Berikut ini adalah beberapa hal menarik dari dewa-dewi Yunani yang wajib kamu ketahui!

Fakta Dewa-Dewi Yunani

1.Dewi Paling Tua: Hestia

Hestia

Tahukah kamu kalau diantara para dewa-dewi, yang paling tua bukanlah Zeus, melainkan Hestia. Hestia merupakan dewi penjaga Perapian dan juga yang paling tua diantara para dewa olimpus lain.

Urutan kelahiran di antara para dewa-dewi adalah Dewi Hestia, Dewi Demeter, Dewi Hera, Dewa Hades, Dewa Poseidon, dan yang terakhir adalah Dewa Zeus. Jadi untuk kamu yang mengira Dewa Zeus menjadi Raja para dewa karena dia yang tertua, salah, ya!

2. Hades Bukan Dewa Kematian

Hades

Mungkin kamu sering kali mengira kalau Hades adalah dewa kematian, karena dalam beberapa film ia digambarkan sebagai sosok gelap, jahat, dan berhubungan dengan para arwah. Namun, nyatanya Hades itu bukan dewa Kematian, melainkan ia adalah Dewa Dunia Bawah. Di sana memang terdapat jiwa-jiwa manusia yang sudah meninggal, namun itu bukan menandakan kalau Hades yang membunuhnya, tapi dia memang penguasa di sana.

Tapi Hades memiliki tangan kanan, yaitu Dewa Thanatos, nah, dia ini merupakan dewa Pencabut nyawa. Nama Thanatos sendiri sering dihubungkan dengan tokoh antagonis yang ada di film Avengers, Thanos.

3. Banyak Dewa yang Anak Zeus

Anak Zeus

Sepertinya kalau yang satu ini bukan lagi rahasia umum, ya. Ternyata banyak loh Dewa yang merupakan hasil hubungan Zeus dengan Dewi lain atau bahkan manusia biasa. Anak-anak Zeus juga turut menjadi Dewa di Olimpus.

Dewa Zeus kerap kali berganti pasangan meski ia memiliki istri, yaitu Dewi Hera. Anak-anak yang dilahirkan oleh pasangan Dewa Zeus kerap kali diceritakan tumbuh menjadi sosok pahlawan atau bahkan sosok yang jahat.

Dewi Hera sendiri mengetahui kalau suaminya adalah sosok yang gemar berselingkuh, setiap anak hasil hubungan suaminya dengan selingkuhannya itu akan menjadi musuh abadi Hera, tak peduli ia sudah membantu Hera atau lainnya. Anak-anak dari Dewa Zeus antara lain ada Athena, Apollo dan Artemis, Hermes, Ares, Hebe, Hefaistos, Persefon, Dionisos, Perseus, Herakles, Helene, Minos, dan Mousai.

4. Dewi Athena Selalu Menang dari Dewa Ares

Dewi Athena

Dewi Athena merupakan dewi kebijaksanaan dan Strategi Perang, sedangkan Dewa Ares adalah Dewa Perang. Namun, tahukah kamu kalau setiap kali mereka bertarung, Dewa Ares selalu berhasil dikalahkan oleh Dewi Athena? Mungkin ini benar-benar menandakan kalau Dewi Athena sangat ahli dalam melakukan strategi perang, ya!

5. Dionisos, Dewa yang Dulunya Adalah Manusia

Dionisos

Meski ia adalah anak dari Zeus, namun Dionisos tadinya merupakan manusia setengah dewa yang awalnya hidup sebagai manusia. Ia adalah sosok yang menemukan anggur dan membuatnya menjadi minuman yang difavoritkan oleh para masyarakat Yunani. Itu membuat banyak orang yang menjadi pengikut Dionisos dan bahkan mendewakan sosok satu ini.

Hebatnya, Dionisos benar-benar menjadi dewa dan bahkan menjadi salah satu dari 12 Dewa Olimpus, keren banget, ya!

Itulah beberapa fakta menarik mengenai dewa-dewi Yunani, fakta mana nih yang baru kamu tahu hari ini?

Dewa Umat Hindu Menuai Kontroversi di MV Blackpink

Dewa Umat Hindu Sempat Menuai Banyak Kontroversi di MV BlackpinkDewa Umat Hindu Sempat Menuai Banyak Kontroversi di MV Blackpink

Siapa di antara kalian yang tidak tahu dengan salah satu girl band K-Pop mendunia yaitu Blackpink? Dimana girlband asak Korea ini menciptakan lagu How You Like That dan membuat sbegain besar umat agama Hindu marah. Dimana hal ini terlihat dari salah satu cuplikan MV yang memperlihatkan patung dewa Ganesha. Dewa Ganesha ini juga sempat dianggap sangat sakral dan suci oleh umat agama Hindu yang ada di seluruh dunia.

Dimana sosok dewa ini digambarkan menyerupai gajah bertangan empat yang membawa sejumlah atribut. Umat agama Hindu ini juga akan mempercayai bahwa dewa ini sebagai salah satu simbol ilmu pengetahuan dan kecerdasan. Selain itu, dewa Ganesha juga dianggap sebagai manifestasi dalam sebuah kebijaksanaan dan juga kemakmuran. Dimana dewa ini memiliki banyak sebutannya speerti hal Ganapati, Winayaka, dan juga Pilleyar. Dalam kisah pewayangan ini dewa memperoleh gelar Bhatara Gana yang akan dinaggap sebagai salah satu putera Dewa Siwa. Akan ada banyak mitologi yang menjelaskan kemunculan dewa Ganesha menuju ke dunia. Kisah yang paling populer ialah kisah Ganesha sebagai salah satu anak dari anak dewa Siwa dan juga Dewi Parvati.

Ganesha ini sendiri merupakan ciptaan dewi Parvati ysaat dewa Siwa pergi. Dimana dewi Parvati ini menciptakan ganesha dari tanah yang meneyerupai anak kecil. Suatu hari dewa ini kembali dan tidak bisa masuk ke dalam rumah. Ternyata dewa Siwa tibak bisa masuk karena pintu rumah tengah dihalangi oleh ganesha. Ganesha ini menghalangi pintu karena diperintahkan oleh dewi parvati.

Dan hal ini mengakibatkan dewa Siwa ini marah besar sampai akhirnya memenggal kepala Ganesha. Dewi ini menyaksikan Ganesha meninggal dengan kepala terpenggal yang turut sedih dan marah besar kepada dewa Siwa.

Lalu dewa Siwa ini berusaha meminta maaf kepada dewi Parvati yang berjanji akan menghidupkan kembali Ganesha. Dan dewa Siwa ini mengutus abdinya untuk memenggal salah satu makhluk apa saja kepalanya menghadap ke utara. Dimana para gana memperoleh seekor gajah yang kepalanya dipenggal menghadap ke arah utara. Dan pala gajah tersebut digantikan oleh kepala Ganesha. Siwa akhirnya berhasil menghidupkan Ganesha kembali dan memberikannya gelar dewa.